Sejarah

Sejarah Asal Usul Nama Desa Kedungbokor

Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber dari peninggalan sejarah jaman dahulu tentang asal usul nama Desa Kedungbokor, yang di dapat dari cerita rakyat dari berbagai narasumber, dari cerita tokoh-tokoh, dan orang tua terdahulu dengan cerita sebagai berikut.

Pada zaman dahulu nenek moyang kita masih sangat rendah peradabannya, sehingga tempat tinggalnya masih berpindah pindah dengan alasan mencari tempat dan lahan subur yang bisa dihuni dan dapat ditanami apa saja sebagai lahan pokok makanan mereka, dan juga sebagai penopang untuk bertahan hidup agar bisa mempertahankan anak dan keturunannya.

Semula mereka bertempat tinggal  sebagai penduduk Desa Kedungbokor, di sekitar daerah Wadaslintang, karena daerah tersebut kurang menguntungkan dengan lahan dalam kondisi hutan di penuhi pepohonan beraneka macam jenis pepohonan dan tanahnya gersang, dengan kondisi seperti itu, maka penduduk terpecah menjadi dua kelompok, kelompok pertama pindah ke arah barat sambil mencari lahan yang lebih baik yang kemudian akhirnya menjadi penduduk Desa Larangan.

Kemudian Kelompok yang ke dua pindah juga ke arah utara dan bertempat tinggal/menghuni di daerah DUKUH MAJA (sekarang sebelah utara Dusun Kedungbokor), Daerah Wadasmalang yang ditinggalkan mereka begitu saja dibiarkan, sehingga sampai sekarang di namakan Blok Papasan.

Selang beberapa tahun, karena penduduk makin tahun semakin berkembang dan bertambah, maka akhirnya Pedukuhan MAJA semakin ramai di huni oleh beberapa warga, kemudian konon kabarnya berdasarkan cerita rakyat diperkirakan Tahun 1871, ada seorang penduduk Dukuh Maja bernama KAKI KARYAD dengan istrinya bernama NYAI KARYEM sebagai pasangan suami istri dan di karuniai seorang anak bernama CASLI.

Pada suatu hari, KAKI KARYAD dengan ditemani anaknya CASLI bersama-sama pergi mencari ikan di sungai pemali (di kedung/muara yang dalam) yang dekat dengan pondok rumahnya dengan menggunakan alat jaring/jala seadanya, namun hingga seharian nasib belum juga beruntung, tidak seekor ikan pun di dapat, namun disaat hendak pulang sambil menarik jaring tersebut ternyata ada sesuatu benda dan setelah diangkat ternyata mendapat sebuah benda berupa (cupu/tempat kinang) yang berkilauan laksana emas yaitu BOKOR EMAS (tempat kinang).

Serasa lelah seharian terobati dengan perasaan penuh sukaria, mereka (Karyad&Casli) bergegas pulang ke pondoknya, dan sesampainya di rumah segera saja memberitahukan dan langsung memberikannya kepada istrinya Nyai Karyem, dengan rasa gembira dan kagum istrinya menerima dengan senang hati, apa yang diberikan oleh suaminya, kemudian Bokor Emas itu disimpan ditempat yang dekat dengan tempat tidurnya, dan dirawat dengan baik sambil sesekali memandangnya dengan perasaan gembira dan takjub.

Namun apa daya, kono pada malam harinya (Karyad) yang telah menemukan benda tersebut dari kedung di sungai pemali mendapat impian yang seram dan menakutkan, dalam mimpinya mendapat ancaman, jika Bokor itu tidak segera dikembalikan ke tempat semula, maka semua keluarga akan kena tula atau akan mendapat bencana dan musibah yang besar.

Lalu setelah Kaki Karyad terbangu dari tidurnya, dengan di hinggapi rasa cemas gemetar hingga keluar keringat dinginnya, segera bergegas membangunkan istrinya dan anaknya malam itu juga, kemudian dengan perasaan kaget istri dan anaknya terbangun sambil menanyakan apa yang terjadi, dengan perasaan yang tidak karuan, dan berkata terputus-putus menceritakan apa yang barusan di alami dalam mimpinya itu.

Setelah dijelaskan dengan gamblangtentang ancaman dalam mimpinya itu, maka pada ke esokan harinya pagi-pagi benar Nyai Karyem segera memberitahukan kepada semua kerabat dekat dan tetangga-tetangganya yang agak berjauhan dari pondok Kaki Karyad, kemudian setelah mendengarkan semua cerita mimpi tersebut Kaki Karyad dengan diliputi rasa cemas dan takut, maka pada pagi hari itu juga Bokor yang diketemukannya itu dikembalikan pada tempat semula, lalu sore harinya seluruh keluarga dan tetangganya mengadakan selamatan dengan memberikan nama Desa tersebut dengan nama “KEDUNGBOKOR” yang artinya di kedung sungai pemali ada Bokornya, adapun lokasi kedung sekarang dari SDN Kedungbokor 01 kurang lebih 300 meter ke arah tenggara.

Sumber sejarah singkat tentang Desa Kedungbokor ini diambil dari cuplikan Buku Menganal Desaku, yang disusun oleh Bapak SOEKIM Mantan Kepala Desa Kedungbokor Tahun 1979, dan direvisi oleh tim penyusun sejarah Desa Kedungbokor yang berdasarkan dari informasi para sesepuh dan tokoh masyarakat setempet, dan juga Awal mula Sekolah Rakyat di Desa Kedungbokor di dirikan pada tanggal 01 Desember 1914 dengan penjabat Kepala Sekolah Bapak SULOYO.

Berikut adalah daftar urutan Kepala Desa Kedungbokor dari masa ke masa

  1. DALMAH
  2. SAKWAD
  3. SURWI
  4. RIWEN
  5. H. SIRAD
  6. SARYAT
  7. SUKIYAH
  8. DUMI
  9. SUMARJO
  10. ANGWAR
  11. Wk. DURLI
  12. H. SULTONI
  13. Wk. CASMADI
  14. SOEKIM (1985)
  15. RADAM SOEKYAD (1987)
  16. Wk. ENDANG SOEGIONO
  17. ZAINAL ABIDIN
  18. H. M DATO
  19. SUDARYO
  20. JUMARSO
  21. TRIMONO, S.Pd